FT- TEKNIK MESIN UNIMED 2001 ( TM 01 )


BAB III

PELAKSANAAN PRAKTEK DI LAPANGAN

            Jenis barang yang diproduksi oleh CV. Multi Karya Utama adalah barang-barang yang di pakai di mesin-mesin industeri yaitu berupa komponen-komponen mesin seperti: Poros Pompa, Roda gigi, puli dan lain-lain. Pada pelaksanaan magang di  CV Karya Mulya Utama membuat Pipa Saluran Paralel Gas yang dipesan oleh PT. Aneka Gas.

Berikut ini akan diuraikan langkah kerja pembuatan Saluran Paralel Gas yang dilakukan di CV Karya Mulya Utama.

            Pipa saluran paralel gas ini dibuat untuk menyatukan aliran gas dari beberapa tabung gas. Pipa saluran paralel gas ini di gunakan pada tabung-tabung gas yang ditempatkan pada satu keranjang khusus, dalam satu keranjang di susun 12 tabung gas. Pipa saluran paralel gas ini dipasang pada keranjang dan di hubungkan ke setiap tabung gas dengan suatu penghubung. Dengan sistim pemaralelan tabung gas ini dapat mempermudah pemakaian untuk jangka waktu yang lebih lama dan mempermudah pemakaian pada tempat-tempat yang berbeda, karena keranjang tabung gas tersebut dapat dipindah-pindah.

A. Komponen Pipa Saluran Paralel Gas

  1. Saluran Utama

§         Pipa Utama                     ( 1 buah )

§         Penghubung                     ( 6 buah )

§         Penutup Pipa                   ( 2 buah )

§         Penyalur                          ( 1 buah )

  1. Saluran Penyambung

§         Pengunci Sambungan       ( 12 buah )

§         Nozel                              ( 24 buah )

§         Pipa Spiral                       ( 12 buah )

 

B. Cara Pembuatan

1. Pembuatan Saluran Utama

1.1. Pembuatan Pipa Utama

        Pipa utama tebuat dari pipa tembaga Berukuran Ø 26 mm dengan panjang 1840 mm dan tebal pipa 3.5 mm. Pipa utama di bentuk menyerupai hurup U dengan ukuran 700 x 420 mm. Pipa utama berfungsi sebagai saluran gas dari tabung ke penyalur.

Langkah Kerja Pembuatan Pipa Utama

-         Pipa tembaga dipotong sepanjang 1840 mm

-         Setelah dipotong, pipa ditandai dengan gergaji tempat pembengkokkanya

-         Pipa dipanaskan dengan las asetelin sampai warna pipa berubah

-         Sebelum di bengkokkan terlebih dahulu penyalur di pasang pada pipa utama, untuk itu sebelum pengerjaan pipa utama penyalur harus siap terlebih dahulu

-         Pipa di bengkokkan dengan pembengkok pipa sehingga terbentuk huruf U sesuai ukurannya

-         Pipa di dinginkan secara perlahan-lahan

1.2. Pembuatan Penghubung

        Penghubung di buat dari batang kuningan segi enam dengan ukuran lebar kunci 28 mm ( LK = 28 ) sepanjang 86 mm. Batang kuningan dibuat lubang saluran dan ulir dalam pada kedua sisinya. Penghubung berfungsi untuk tempat pengikat Saluran Penyambung.

Langkah Kerja Pembuatan Penghubung

-         Bahan dipotong sepanjang 90 mm

-         Bahan dipasang pada mesin bubut, bubut penampang depan, bor dengan bor Ø 17 mm sepanjang 22 mm

-         Buat ulir dalam dengan ukuran M 20

-         Balik Bahan, bubut penampang sehingga panjangnya tepat 86 mm, bor dengan bor Ø 17 sepanjang 22 mm

-         Buat ulir dalam dengan ukuran M 20

-         Tandai pertengahan dari bahan dengan pengukur tinggi di meja perata pada salah satu sisi bahan.

-         Pasang bahan pada mesin bor, bor yang telah ditandai dengan bor Ø 26 mm sampai tembus.

-         Champer lubang 4 x 450

1.3. Pembuatan Penutup Pipa

Penutup pipa dibuat dari batang kuningan segi enam dengan ukuran lebar kunci 28 mm ( LK = 28 ) sepanjang 35 mm. Penutup pipa berfungsi untuk menutup ujung-ujung pipa utama.

Langkah Kerja Pembuatan Penutup Pipa

-         Bahan di Potong sepanjang 40 mm

-         Bahan di pasang pada mesin bubut, bubut penampang depan, lalu di chemper 2 x 45°

-         Balik bahan, bubut penampang sehingga panjangnya tepat 35 mm

-         Bor dengan bor Ø 26 mm.

-         Chemper lubang dan bagian luar 2 x 45°

1.4. Pembuatan Penyalur

Penyalur dibuat dari batang kuningan segi enam dengan ukuran lebar kunci 28 mm (LK = 28) sepanjang 75 mm. Penyalur berfungsi sebagai tempat pengikat regulator, dari regulator ini gas disalurkan untuk dipergunakan.

 Langkah Kerja Pembuatan Penyalur

-         Bahan dipotong sepanjang 80 mm

-         Bahan di pasang pada mesin bubut, bubut penampang depan, lalu di chemper 2 x 45°

-         Balik bahan, bubut penampang sehingga panjangnya tepat 75 mm

-         Bor dengan bor Ø 17 mm sepanjang 22 mm

-         Chemper bagian luar 2 x 45°

-         Buat ulir dalam dengan ukuran M 20

-         Tandai pertenganhan dan dari sisi sebelah ulri 35 mm, dengan pengukur tinggi di meja perata pada salah satu  sisi bahan

-         Pasang bahan pada mesin bor, bor yang telah ditandai dengan bor Ø 26 mm sampai tembus.

Penggabungan Bagian-Bagian Saluran Utama

Setelah bagian-bagian saluran utama selesai di buat, maka semua bagian-bagian di satukan

Langkah Kerja Penggabungan Bagian-Bagian Saluran Utama

-         Pipa utama ditandai letak-letak penempatan penghubung dan penyalur

-         Letak penghubung, penyalur dan penutup pipa di kruss dengan mata gergaji, untuk mempermudah peroses pengelasan dengan asetelin

-         Siapkan perlengkapan las asetelin

-         Lakukan pengelasan penghubung dan penyalur pipa sesuai dengan letaknya

-         Bor penghubung dan penyalur dengan bor Ø 6 mm sampai menembus pipa utama, pengeboran dilakukan dengan bor tangan

-         Pasang penutup pipa di kedua ujung saluran utama, lalu di las.

 

2. Pembuatan saluran penyambung

2.1.Pengunci Sambungan

Pengunci sambungan dibuat dari Batang kuningan segi enam dengan ukuran lebar kunci 24 mm (LK = 24). Batang kuningan dibuat berlubang dan di salah satu bagianya di buat ulir luar sesuai dengan ukuran ulir pada penghubung. Saluran penyambung berfungsi untuk mengikat/menyatukan nozel ke penghubung.

Langkah Kerja Pembuatan Penghubung:

-         Bahan di potong sepanjang 45 mm

-         Bahan dipasang di mesin bubut, bubut penampang depan, bor dengan bor Ø 14 mm sampai tembus.

-         Champer bagian luar sebesar 2 x 450

-         Balik bahan, bubut penampang depan sehingga panjang bahan tepat 40 mm

-         Bubut rtata sepanjang 20 mm, sehingga diameternya menjadi 20 mm

-         Pada bagian yang telah di bubut, buat ulir M20.

2.2. Nozel

        Nozel dibuat dari batang kuningan Ø 20 x 50 mm, nozel dibuat dengan bentuk pipa berlubang dengan kepala tirus di salah satu ujungnya. Nozel berfungsi sebagai kepala penyambung dari pipa spiral ke penghubung dan sebagai pengikatnya adalah pengunci sambungan.

Langkah Kerja Pembuatan Nozel

-         Bahan dipotong sepanjang 55 mm

-         Bahan dipasang di mesin bubut, bubut penampang depan, bor dengan bor Ø 6 mm sampai tembus.

-         Bor dengan bor Ø 10 mm sepanjang 10 mm

-         Balik bahan, usahakan bahan dapat dibubut rata sepanjang 40 mm

-         Bubut penampang depan sehingga panjangnya tepat 50 mm

-         Bubut rata sepanjang 40 mm sehingga diameternya menjadi 14 mm

-         Balik benda kerja, bubut tirus 350

2.3. Pipa spiral

        Pipa spiral dibuat dari pipa tembaga Ø 10 x 120 mm dengan tebal 1 mm. Piap spiral dibuat dengan bentuk spiral dengan diameter dalam 50 mm dengan jumlah 5 lilitan. Pipa spiral berfungsi sebagai penyambung aliran gas dari tabung ke saluran utama.

Langkah Kerja Pembuatan Pipa Spiral

-         Bahan dipotang sepanjang 120 mm

-         Bahan dipanaskan dengan las asetelin sampai warnanya berubah, lalu didinginkan dengan air

-         Bahan dililitkan pada pipa dengan diameter 50 mm sebanyak 5 lilitan

-         Pada pengelilitan ujung-ujung dari pipa tersisa sepanjang 60 mm

 

Penyambungan bagian-bagian saluran penyambung

Setelah bagian-bagian saluran penghubung selesai dibuat maka bagian-bagian tersebut di satukan/digabungkan

Langkah Kerja Penggabungan Saluran Penyambung

-         Siapkan las asetelin

-         Satukan nozel kedalam pengunci sambungan dengan posisi kepala nozel didepan ulir pengunci sambungan.

-         Dengan posisi nozel didalam pengunci sambungan, masukkan salah satu ujung pipa spiral ke nozel, lalu las

-         Lakukan hal serupa, sehingga dikedua ujung pipa spiral terpasang nozel dan pengunci sambungan.

 


Lanjut Ke Kesimpulan

Kembali